Tata Cara Pengangkatan Anak

jasa pengacara jogja / yogyakarta

Cara Pengangkatan anak merupakan perbuatan hukum yang memindahkan atau mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua sah/wali yang sah/orang yang bertanggung jawab ke dalam lingkungan kekuasaan orang tua angkat. Dalam proses pengalihan anak angkat ini, orang tua yang bermaksud mengangkat anak tersebut (disebut Calon Orang Tua Angkat) harus memenuhi syarat-syarat serta mematuhi tata cara pengangkatan anak sesuai yang sudah diatur. pada Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak dan Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 110/HUK/2009 Tentang Persyaratan Pengangkatan Anak.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa dalam hal ini itu akan membahas tata cara pengangkatan anak bagi calon orang tua angkat yang berkewarganegaraan Indonesia, merupakan sepasang Suami dan Istri, serta telah memenuhi syarat materiil dan administratif.


Secara garis besar berdasarkan PP Nomor 54 Tahun 2007, pengangkatan anak dapat dilakukan secara adat dan secara umum. Pengangkatan anak yang dilakukan secara adat memiliki tata cara yang mengikuti peraturan adat bersangkutan. Kemudian dilakukan pencatatan dan pendokumentasian terhadap pengangkatan anak yang dilakukan secara adat kepada Kepala Instansi Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sedangkan pengangkatan anak secara umum harus mengajukan permohonan pengangkatan anak yang diajukan ke Pengadilan untuk kemudian ditetapkan.


Pengangkatan Anak dapat dilakukan secara langsung (anak yang mau diangkat berada dalam kuasa atau pengasuhan orang tua sah/wali sah) atau melalui Lembaga Pengasuhan Anak (anak yang mau diangkat berada dalam kuasa Lembaga Pengasuhan Anak). Dalam mengangkat anak, dikenal 2 (dua) jenis syarat materiil dan administratif. Pada intinya, syarat materiil membicarakan mengenai hal-hal yang melekat pada Calon Orang Tua Angkat seperti umur, keadaan jasmani rohani, kondisi sosial ekonomi, dan lain-lain. Sedangkan syarat administratif membicarakan mengenai dokumen-dokumen yang harus dilampirkan dalam mengajukan permohonan pengangkatan anak. Syarat materiil dan administratif bagi pengangkatan anak secara langsung diatur pada Pasal 20 & 21 Permensos Nomor 110/HUK/2009 dan syarat materiil dan administratif bagi pengangkatan anak melalui Lembaga Pengasuhan Anak diatur pada Pasal 25 & 26 Permensos Nomor 110/HUK/2009.


Apabila syarat telah dipenuhi, maka dapat dimulai pengajuan permohonan pengangkatan anak secara langsung sesuai dengan Pasal 22 Permensos Nomor 110/HUK/2009. Secara singkat, tata cara ini dimulai dari pengajuan permohonan izin pengasuhan anak yang diajukan kepada Kepala Instansi Sosial Provinsi dengan melampirkan persyaratan administrasi. Kemudian, akan dilakukan penilaian kelayakan terhadap Calon Orang Tua Angkat oleh Pekerja Sosial di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota. Setelah penilaian, Calon Orang Tua Angkat mengajukan permohonan pengangkatan anak kepada Kepala Instansi Sosial Provinsi melalui Instansi Sosial Kabupaten/Kota. Kepala Instansi Sosial Kabupaten/Kota lalu akan mengeluarkan rekomendasi untuk dapat diproses lebih lanjut ke Provinsi. Kepala Instansi Sosial Provinsi lalu mengeluarkan Keputusan tentang Izin Pengangkatan Anak untuk kemudian salinannya diajukan kepada Pengadilan oleh Calon Orang Tua Angkat atau Kuasanya. Setelah keputusan keluar, Calon Orang Tua Angkat menyampaikan salinan putusan melalui Instansi Sosial dan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Intansi Sosial akan mencatat dan mendokumentasikan serta melaporkan pengangkatan anak tersebut kepada Departemen Sosial Republik Indonesia.


Pengangkatan anak melalui Lembaga Pengasuhan Anak diatur pada Pasal 27 Permensos Nomor 110/HUK/2009. Alurnya secara garis besar sama dengan apa yang tertulis pada Pasal 22, tetapi yang menjadi perbedaan adalah nanti pada prosesnya, Calon Orang Tua Angkat akan diberikan kesempatan untuk melakukan pengasuhan sementara terhadap Calon Anak Angkat sebagai bagian dari proses penilaian serta bimbingan oleh Pekerja Sosial. Penilai bukan hanya dari Instansi Sosial terkait tetapi juga dari Lembaga Pengasuhan Anak darimana Calon Anak Angkat diasuh. penulis Erlia Rizky Putri Zakarija

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *