Langkah Hukum Terhadap Pihak Yang Menempati Rumah Tanpa Izin Pemilik

jasa pengacara jogja / yogyakarta

LANGKAH HUKUM APA SAJA YANG DAPAT DITEMPUH APABILA TERDAPAT PIHAK YANG MENEMPATI RUMAH TANPA IZIN PEMILIK?

                Penghunian rumah telah diatur dalam Pasal 28 Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2016, yaitu setiap orang berhak untuk bertempat tinggal atau menghuni rumah berlandaskan hak milik, cara sewa menyewa, atau cara bukan sewa menyewa. Cara sewa menyewa dan cara bukan sewa menyewa dianggap sah apabila ada persetujuan atau izin pemilik rumah dibuktikan dengan perjanjian tertulis antara pemilik dan penyewa. Dapat disimpulkan bahwa apabila seseorang menghuni rumah yang bukan miliknya, maka ia sudah harus mendapatkan izin dari pemilik rumah berdasarkan perjanjian tertulis.

                Seseorang yang menghuni rumah bukan miliknya tanpa izin dari pemilik rumah pada dasarnya diatur dalam Pasal 167 ayat (1) KUHP “Barangsiapa memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan, atau pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”. Dengan adanya pasal ini, maka pemilik rumah dapat melaporkan tindak pidana tersebut kepada pihak yang berwajib dan diselesaikan melalui ranah pidana.

                Kasus seperti ini tidak hanya dapat diselesaikan melalui ranah pidana saja, namun juga dapat diselesaikan dengan gugatan perdata ke pengadilan didasarkan pada perbuatan pelaku merupakan Perbuatan Melawan Hukum. Dalam Pasal 1365 KUH Perdata disebutkan bahwa “Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, menggantikan kerugian tersebut”. Unsur dari Perbuatan Melawan Hukum antara lain[1] :

  1. Harus ada perbuatan (positif maupun negative);
  2. Perbuatan itu harus melawan hukum;
  3. Ada kerugian;
  4. Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;
  5. Ada kesalahan.

                Apabila pemilik rumah merasa dirugikan atas perbuatan pihak lain yang menempati rumah tanpa izin, maka perbuatan tersebut dapat dikatakan sebagai Perbuatan Melawan Hukum. Oleh karena itu, mengajukan gugatan berlandaskan Perbuatan Melawan Hukum dapat dilaksanakan untuk mendapatkan putusan pengadilan yang bersifat condemnatoir atau menghukum salah satu pihak yang berperkara.

Farrah Erifa Roni.


[1] Rosa Agustina, 2003, Perbuatan Melawan Hukum, Pasca Sarjana FH Universitas Indonesia, hlm. 36.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *