Penjualan Tanah Bagi Seseorang yang Diampu

jasa pengacara jogja / yogyakarta

Tidak semua manusia yang sudah dewasa dapat menjalankan atau melaksanakan perbuatan-perbuatan hukum secara mandiri. Pada tulisan ini, kita akan membahas mengenai seorang kakek yang sudah berusia lanjut dan mengidap penyakit pikun yang parah, sehingga ia tidak mampu melakukan perbuatan hukum yaitu menjual tanah. Dalam mengatasi hal ini, sang kakek membutuhkan seseorang yang mampu mewakilinya atau butuh bantuan orang lain dalam melakukan perbuatan hukum. Orang yang mewakili dalam melakukan perbuatan hukum atau mengampu disebut sebagai Kurator, orang yang diwakili disebut sebagai Kurandus, sedangkan kegiatan mewakili seseorang yang dalam keadaan keborosan atau lemah pikiran atau kekurangan daya pikir disebut sebagai Pengampuan. Kita akan membahas bagaimana pengaturan mengenai Pengampuan secara umum berdasarkan KUHPerdata.

Peraturan dasar mengenai Pengampuan dapat dilihat pada Pasal 433 Ayat (1), yang berbunyi “Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, sakit otak atau mata gelap harus ditaruh di bawah pengampuan, pun jika ia kadang-kadang cakap mempergunakan pikirannya”. Pada ilustrasi di paragraf sebelumnya, telah diketahui bahwa Sang Kakek mengidap penyakit pikun yang parah sehingga daya pikirnya sudah sangat menurun drastis sehingga dapat dimintakan permohonan Pengampuan untuk melakukan perbuatan hukum yaitu menjual tanah.

Selanjutnya, berdasarkan Pasal 436 KUHPer, permintaan atau permohonan bagi Sang Kakek untuk diampu haruslah diajukan ke Pengadilan Negeri di mana orang yang dimintakan pengampuannya tinggal. Lalu, siapakah yang dapat mengajukan permohonan atas pengampuan? Hal ini diatur dalam Pasal 434 KUHPer, dituliskan pihak-pihak yang dapat mengajukan pengampuan adalah keluarga sedarah, suami atau istri, keluarga dalam garis menyimpang sampai derajat keempat, atau bahkan (berdasarkan Pasal 435 KUHPer)Jaksa demi kepentingan umum.

Pada pengajuan permohonannya di Pengadilan Negeri, Majelis Hakim akan memeriksa keadaan orang yang dimintakan pengampuan, dalam contoh ini Sang Kakek akan diperiksa bagaimana daya pikirnya, apakah memang benar Sang Kakek sudah tidak mampu untuk melakukan perbuatan hukum, serta diperiksa juga kepentingan dalam menjual tanah, pemeriksaan calon pengampu, yang pemeriksaan ini nantinya dapat didukung dengan keterangan saksi-saksi. Apabila hasil pemeriksaan Majelis Hakim menyatakan bahwa gangguan penyakit pikun yang diidap Sang Kakek memang menyebabkan Sang Kakek tidak mampu dalam melakukan perbuatan hukum, telah diketahui apa kepentingan dalam menjual tanah, serta telah memeriksa calon pengampu, maka Majelis Hakim akan mengabulkan permohonan Sang Kakek untuk diampu oleh pengampunya. (Erlia Rizky Putri Zakarija)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *