Syarat-Syarat Pengangkatan Anak Secara Hukum

jasa pengacara jogja / yogyakarta

Syarat Pengangkatan Anak – Pengangkatan anak atau yang lebih sering disebut sebagai adopsi adalah suatu perbuatan hukum yang mengalihkan seorang anak dari lingkungan kekuasaan orang tua, wali yang sah, atau orang lain yang Bertanggungjawab atas perawatan, pendidikan, dan membesarkan anak tersebut, ke dalam lingkungan keluarga orang tua angkat. Melalui definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam peristiwa hukum pengangkatan anak setidaknya terdapat 3 (tiga) pihak yang dilibatkan, yakni anak, orang tua angkat, dan orang tua kandung atau wali sebelumnya.


Dalam sistem hukum Indonesia, pengangkatan anak memiliki ketentuan yang berbeda-beda tergantung sistem hukum yang dipilih, apakah itu hukum islam, atau hukum adat. Meskipun begitu, prosedur pengangkatan anak dalam peraturan perundang-undangan Indonesia diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak (PP 54/2007). PP 54/2007 mengatur bahwa tujuan dari pengangkatan anak adalah berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anak dan perlindungan anak. Oleh karena itu, syarat-syarat pengangkatan anak, dalam PP 54/2007 ini pun dibuat dengan dasar kepentingan anak yang akan diangkat. Syarat pengangkatan anak pada pokoknya terbagi atas 2 (dua) syarat, yakni syarat bagi anak yang akan diangkat dan syarat bagi calon orang tua angkat.

  1. Syarat anak yang akan diangkat, meliputi:
    a. Belum berusia 18 tahun, dengan prioritas sebagai berikut:
  • anak belum berusia 6 (enam) tahun, merupakan prioritas utama;
  • anak berusia 6 (enam) tahun sampai dengan belum berusia 12 (dua belas) tahun, sepanjang ada alasan mendesak; dan
  • anak berusia 12 (dua belas) tahun sampai dengan belum berusia 18 (delapan belas) tahun, sepanjang anak memerlukan perlindungan khusus.
    b. Merupakan anak terlantar atau ditelantarkan;
    c. Berada dalam asuhan keluarga atau dalam lembaga pengasuhan anak; dan
    d. Memerlukan perlindungan khusus.
  1. Syarat yang harus dipenuhi orang tua angkat, meliputi:
    a. sehat jasmani dan rohani;
    b. berumur paling rendah 30 (tiga puluh) tahun dan paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun;
    c. beragama sama dengan agama calon anak angkat;
    d. berkelakuan baik dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak kejahatan;
    e. berstatus menikah paling singkat 5 (lima) tahun;
    f. tidak merupakan pasangan sejenis;
    g. tidak atau belum mempunyai anak atau hanya memiliki satu orang anak;
    h. dalam keadaan mampu ekonomi dan sosial;
    i. memperoleh persetujuan anak dan izin tertulis orang tua atau wali anak;
    j. membuat pernyataan tertulis bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan dan perlindungan anak;
    k. adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat;
    l. telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 (enam) bulan, sejak izin pengasuhan diberikan; dan
    m. memperoleh izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial.
    Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi, barulah dapat mendapatkan penetapan pengangkatan anak dari pengadilan di wilayah tempat tinggal calon anak. Penulis (RA Tasik Wulan H)

Sumber: Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, M. Budiarto, S.H., Pengangkatan Anak Ditinjau Dari Segi Hukum, 1991.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *